Monday, November 2, 2009

Info kesehatan (BAHAYA KURANG TIDUR)

Banyak orang menganggap kurang tidur merupakan hal biasa padahal menurut sebuah penelitian dari Universitas Pennsylvannia, kekurangan tidur sama berbahaya dengan tidak tidur.

Para peneliti menemukan orang yang tidur hanya empat sampai enam jam per malam bereaksi lebih lambat dibanding mereka yang tidur selama delapan jam. Kondisi ini juga sama pada mereka yang tidak tidur selama dua malam walaupun mereka mengatakan tidak merasa lelah padahal ini adalah awal dari sebuah masalah.

Menurut penelitian orang dewasa membutuhkan tidur selama delapan jam dalam satu hari. Jumlah ini akan bervariasi dari satu orang ke orang lain tergantung jumlah kegiatan yang dilakukan.

Penelitian yang dilakukan pada 48 orang dewasa sehat yang berumur 21 sampai 38 tahun, usia dimana paling dikaitkan dengan kekurangan tidur akibat tuntutan pekerjaan.

Kekurangan tidur mungkin tidak terlalu berpengaruh pada penampilan rutinitas sepanjang hari namun dapat memicu masalah fisik seperti:

Obesitas: Tidur memegang peranan dalam kemampuan tubuh untuk mengeluarkan neurohormon karena ketika jumlah pengeluaran hormon menurun, kesempatan bertambah berat badan meningkat.

Tekanan darah: Tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. Namun akibat kekurangan tidur dapat memicu hipertensi dan masalah kardiovaskular.

Diabetes: Kemampuan tubuh menggunakan insulin dapat terganggu akibat kekurangan tidur sehingga memicu diabetes.

Menurut National Sleep Foundation dalam sebuah polling tahun 2002 di Amerika ditemukan sebanyak 47 juta orang dewasa tidak mendapatkan jumlah minimal tidur yang mereka butuhkan setiap malam.

Naah...jangan sepelekan istirahat ya..Mari kita coba atur porsi bekerja dan istirahat kita sebaik mungkin agar terhindar dari penyakit di kemudian hari.

====================================================================

Malam hari adalah saat bagi kita untuk merebahkan diri di atas ranjang hingga terlelap tidur. Tatkala tidur, hampir semua organ tubuh mengistirahatkan diri. Tak heran jika tubuh kita lebih bugar ketika bangun tidur pada pagi hari.

Tidur juga dapat membuang sel-sel rusak dan mengganti dengan yang baru dengan meregenerasi dan membentuk sel baru. ”Tiap hari ada sel-sel mati, tapi dengan jumlah tertentu dan diregenerasi dengan sel-sel baru. Harus ada keseimbangan antara sel-sel mati dan sel-sel tumbuh. Kalau tak ada regenerasi, fungsi organ akan turun,” kata ahli THT Syahrial dari FKUI-RSCM.

Namun, tidak semua sel beristirahat saat kita tidur. Ada juga sel-sel yang tetap bekerja saat tidur, misalnya jantung dan paru-paru. Akan tetapi, saat tidur kapasitas kerja organ tersebut pada tingkat metabolisme sel terendah (jumlah minimal energi yang dipakai untuk kehidupan dasar), di antaranya denyut jantung menurun.

Tidur selama 6-8 jam cukup untuk mengistirahatkan semua sel. Menurut Syahrial, tidur berlangsung dalam empat fase, saat awal tidur dengan non-rapid eyes movement (non-REM) sampai memasuki REM, dan akhirnya tidur nyenyak (dream sleep). Kalau fase tidur lelap cukup lama, istirahatnya cukup baik. Itu bisa dibedakan melalui analisis gelombang otak. ”Kalau tidur terganggu, proses regenerasinya akan terganggu,” kata Syahrial.

Jika lama tidur minimal enam jam, waktu dream sleep akan terpenuhi. Sementara kalau tidur kurang dari enam jam, fase dream sleep berkurang sehingga lebih sulit mencapai regenerasi semua sel. ”Tubuh kita diciptakan sedemikian rupa sehingga siang hari beraktivitas dan malam hari beristirahat. Pada siang hari, dream sleep lebih susah dicapai karena pengaruh hormonal, suhu ruangan, dan suara berisik,” ujarnya.

Ahli fisiologi FKUI-RSCM, dr Moehammad Djauhari, menjelaskan, saat tidur terjadi peningkatan produksi hormon pertumbuhan yang berguna untuk menyimpan dan memperbaiki struktur protein. Sintesis protein dibutuhkan saat penggantian jaringan. ”Tubuh punya irama harian. Jadi, tidur siang tidak akan selelap tidur malam. Karena itu, sekresi hormon untuk mengganti protein lebih efektif jika tidur malam,” katanya.

Selain menguraikan simpanan lemak, hormon pertumbuhan juga berfungsi memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan dikeluarkannya hormon lain seperti insulin-like growth factor (faktor pertumbuhan yang menyerupai insulin/IGF). IGF-1 berfungsi untuk pertumbuhan dan mempertahankan tulang, IGF-2 untuk pertumbuhan organ tubuh bukan tulang.

Meningkatnya hormon pertumbuhan terjadi saat kita tidur maupun beraktivitas fisik. Berdasarkan irama harian, hormon pertumbuhan meningkat saat tidur lelap menjelang larut malam, sekitar pukul 10-12 malam. Lewat tengah malam, produksi hormon itu menurun dan sedikit naik lagi pada pukul tiga dini hari. ”Semua hormon itu ada irama hariannya, ada jam- jam tertentu produksi meningkat. Jadi, kita akan kehilangan masa puncak produksi hormon pertumbuhan kalau tidur terlalu malam,” kata Djauhari.

Seseorang juga lebih mudah mengantuk dan tidur lelap malam hari, terutama jika pencahayaannya gelap karena terjadi peningkatan hormon melatonin yang dibutuhkan untuk lelapnya tidur. ”Belum ada bukti secara ilmiah apakah tidur siang juga memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah sama dengan malam hari,” ujarnya.

Gangguan kesehatan

Daniel Kripke, co-director riset di Scripps Clinic Sleep, di La Jolla, California, kepada majalah Time baru-baru ini menyatakan, pada tahun 2002, ia membandingkan tingkat kematian pada lebih dari satu juta orang dewasa Amerika, sebagai bagian dari studi pencegahan kanker, terkait rata-rata lama tidur mereka setiap malam. Studi serupa juga dilakukan di Eropa dan Asia Timur.

Studi memperlihatkan, seseorang yang tidur 6,5-7,5 jam setiap malam, hidup lebih panjang. Seseorang yang tidur delapan jam atau lebih maupun tidur kurang dari 6,5 jam per hari ternyata tidak hidup lebih panjang. Ada banyak risiko terkait dengan tidur terlalu banyak dan tidur terlalu pendek. Tidur selama 8,5 jam sedikit lebih buruk dibandingkan dengan tidur selama lima jam.

Tingkat kesakitan terkait dengan lama tidur sangat singkat dan sangat panjang diasosiasikan dengan banyak penyakit, di antaranya depresi, obesitas, dan penyakit jantung. Akan tetapi, lama tidur dilihat dari standar kesehatan di tempat sama ternyata tidak jauh berbeda. Yang terbanyak adalah 7-8 jam, tetapi ada beberapa orang tidur selama enam jam dan sembilan jam.

”Seseorang yang tidur 6,5-7,5 jam diperkirakan hidup lebih lama, tetapi alasan, penyebab, dan efeknya belum diketahui. Jadi, belum dipahami apakah seseorang yang tidurnya singkat dapat hidup lebih lama dengan memperpanjang waktu tidur, dan apakah seseorang yang tidur panjang dapat hidup lebih lama dengan memasang alarm jam agar bisa bangun lebih awal. Ini masih perlu tes lagi,” ujarnya.

”Kita bisa mencegah insomnia dan mengurangi stres hanya dengan memberi tahu seseorang bahwa tidur singkat bukan masalah,” kata Kripke. Selama ini kita dianjurkan tidur 8-9 jam sehingga kita sulit memulai tidur dan sering bangun sepanjang malam. Studi memperlihatkan, pada penderita insomnia, dengan tidak berbaring di atas tempat tidur jika tidak mengantuk dan mengatur waktu tidur akan membantu tidur lebih lama. Mereka jadi percaya diri dan tak khawatir sulit tidur jika berada di ranjang.

Tidur adalah kebutuhan

Sebelum Thomas Edison menemukan listrik pada tahun 1880, orang tidur rata-rata 10 jam per hari. Kini, menurut National Sleep Foundation, orang Amerika rata-rata tidur 6,9 jam setiap malam dan 7,5 jam semalam pada akhir pekan. Diperkirakan 40 juta orang Amerika berjuang mengatasi gangguan tidur per tahun.

”Kelompok yang dapat tidur optimal makin sedikit. Seseorang yang tidur hanya enam jam atau kurang akan mengalami banyak masalah,” kata Dr Chris Drake, peneliti senior Henry Ford Hospital Sleep Disorders and Research Center di Detroit sebagaimana dikutip HealthDay News.

Meski kalangan ahli merekomendasikan tidur 7-8 jam tiap malam, lama tidur yang diperlukan tiap individu bisa bervariasi. Namun, efek kurang tidur terhadap kinerja seseorang dapat segera terlihat. Jika Anda mengubah kebiasaan tidur, efeknya segera terlihat. Anda dapat membuat keputusan buruk dan kehilangan sesuatu,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, gangguan tidur bisa menimbulkan masalah kesehatan di antaranya obesitas, hipertensi, masalah jantung, dan depresi. ”Hormon pemroses nafsu makan mulai terganggu yang ditandai berkurangnya jumlah leptin (hormon penekan nafsu makan) ketika seseorang tidur terlalu singkat. Pada saat sama, ghrelin (hormon pendorong nafsu makan) meningkat jika kurang tidur,” kata Drake.

Kurang tidur juga mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur glukosa dan dapat menyebabkan peradangan yang bisa memicu masalah jantung dan meningkatkan tekanan darah. Stres juga dialami seseorang jika kehilangan waktu tidur.

Tipe seseorang yang kurang tidur juga dibagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok yang pergi tanpa cukup tidur sebagai bagian dari budaya. Seseorang bangga pada dirinya jika sedikit tidur. Anda akan mendengar seseorang dengan bangga mengatakan ”saya hanya butuh enam jam untuk tidur setiap malam”. ”Jadi, agar terkesan maskulin,” kata Direktur Sleep and Performance Research Center di Washington State University Dr Greg Belenky.

Pada kelompok lain, seseorang tidur dalam waktu pendek karena mengalami gangguan tidur di antaranya insomnia, henti napas saat tidur sehingga sering terbangun. Henti napas saat tidur paling banyak dijumpai pada kasus gangguan tidur dan akan berdampak serius jika tidak diobati. ”Anda bangun karena henti napas saat tidur. Anda tidak dapat tidur dan bernapas saat bersamaan. Ini faktor risiko berkembangnya penyakit kardiovaskular,” ujar Drake.

Banyak orang yang mengalami gangguan tidur akan menggunakan obat-obatan sedatif. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyerukan kepada para produsen obat-obatan sedatif-hipnotik untuk memperjelas label peringatan mereka. Aksi ini sebagai tindak lanjut laporan bahaya reaksi alergi dan efek samping terhadap perilaku pasien seperti sering menelepon, mengonsumsi makanan, atau berhubungan intim saat tidur.

Drake dan Belenky menyatakan, pil tidur bagus digunakan dalam jangka pendek atau hanya merupakan solusi sementara. Jika seseorang mengalami insomnia atau mencoba tidur pada waktu yang salah karena telah bepergian melintasi wilayah dengan perbedaan waktu, penggunaan pil tidur bisa efektif. Akan tetapi, pil tidur ini tidak akan membantu masalah tidur yang kronis.

Departemen Kesehatan Amerika Serikat memberi sejumlah tip untuk mendapat waktu tidur bagus, di antaranya tidur sesuai jadwal, menghindari konsumsi kafein, nikotin, dan alkohol sebelum tidur, menghindari konsumsi daging terlalu malam, bersantai sebelum tidur, membaca buku atau mendengar musik irama lembut. Jika masih terjaga setelah lebih dari 20 menit berbaring di ranjang, bangun dan kerjakan sesuatu yang membuat relaks hingga mengantuk.

Agar regenerasi sel-sel tubuh tercapai, gangguan tidur harus dicari penyebabnya. Jika tidak segera diatasi, masalah tidur itu akan menghambat regenerasi sel-sel sehingga menurunkan fungsi organ tubuh.

”Apabila seseorang berubah jam tidurnya dari malam hari jadi siang hari, ada yang bisa beradaptasi tapi banyak juga yang jadi lebih mudah sakit,” ujar Syahrial.

====================================================================

Sebuah penelitian di Columbia menunjukkan bahwa mereka yang memiliki waktu tidur kurang dari 4 jam lebih besar kemungkinannya menjadi gemuk sebesar 73%, sedangkan mereka yang memiliki waktu tidur 5 jam memiliki risiko 50%. Mereka yang tidur 6 jam memiliki risiko 23%.

Alasannya? Ini karena sebuah zat yang disebut grehlin, zat ini membuat seseorang selalu ingin makan. Jika seseorang tidak memiliki waktu tidur yang dianjurkan, kadar leptin mereka akan berkurang. Leptin merupakan sebuah protein darah yang menekan selera makan, dan kelihatannya mempengaruhi bagaimana tubuh cenderung makan banyak.

=====================================================================

Sebuah laporan yang dimuat di Archives Internal Medicine edisi 10 November 2008 menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 7,5 jam per hari mungkin memiliki risiko penyakit jantung di masa depan yang lebih tinggi…!!!
Kazuo Eguchi, MD, Ph.D. (Jichi Medical University, Tochigi, Japan) dan kolega juga menemukan peningkatan risiko serangan jantung diantara orang-orang yang kurang tidur malam hari dikombinasikan dengan tekanan darah tinggi.
Tidur telah menjadi komoditas langka di dunia hari ini walaupun kemungkinan memiliki kekuatan pencegahan terhadap penyakit seperti kegemukan dan kencing manis. Dalam masyarakat modern, oarang kurang tidur akibat perubahan gaya hidup. Mereka juga menunjukkan bahwa tidur kurang memadai – dan kondisi seperti gangguan napas saat tidur (sleep apnea) dan tekanan darah tinggi (hipertensi) malam hari – adalah faktor risiko untuk penyakit kardiovaskuler.

Eguchi dan kolega mempelajari perilaku dari 1.255 individu dengan hipertensi selama 50 bulan. Sampel dilakukan pada orang dengan rata-rata berumur 70,4 tahun, rata-rata. Tim peneliti mengumpulkan rincian pada setiap pasien seperti durasi tidur, tekanan darah siang hari dan malam hari, dan kejadian yang menunjukkan penyakit kardiovaskuler seperti stroke, serangan jantung, kematian jantung mendadak.

Dalam total sampel, terdapat 99 kejadian penyakit kardiovaskuler selama tindakan lanjut.Orang-orang yang tidur kurang dari 7,5 jam yang tampaknya lebih banyak mengalami kejadian penyakit kardiovaskuler. Penulis menambahkan, “Insiden penyakit kardiovaskuler adalah 2,4 per 100 orang-tahun pada kelompok yang tidur kurang dari 7,5 jam dan 1,8 per 100 orang-tahun dalam kelompok dengan durasi tidur lebih lama.”

Para peneliti juga melihat tingginya angka serangan jantung pada pasien yang tidur dengan durasi pendek dan tekanan darah meningkat pada malam hari dibandingkan dengan pasien dengan durasi tidur normal lama dan tidak ada peningkatkan tekanan darah malam hari. Namun demikian, di antara peserta yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah, terjadinya penyakit kardiovaskuler adalah serupa bagi mereka yang durasi tidurnya terlama dan tersingkat.

Anda membutuhkan tidur selama 8 jam

Tidak, Anda tidak membutuhkan tidur selama itu. Menurut jurnal Sleep pada tahun 2004, orang yang tidur hanya 7 jam sehari ternyata lebih berumur panjang dari mereka yang tidur 8 jam sehari. Terlalu banyak tidur, menurut para ahli membuat Anda kehilangan kreatifitas dan fokus dalam hidup Anda.

No comments: